Senin, 01 September 2014

True Life

Batam, 01 September 2014

Hari ini aku kehilangan satu orang temanku. aku menyadarinya stelah kepergiannya 3 tahun yang lalu. mungkin baginya, aku bukan seorang teman. namun siapapun dia, aku tetap menganggapnya teman. entah apa yang terjadi, setelah melihat foto-foto semasa hidupnya, aku melihat kebahagiaannya, keceriaan yang dialaminya secara singkat. sesaat setelah itu, aku menyadari hidupku. entah kapan waktu itu tiba? aku tidak tahu. aku menyesal.. beapa banyak orang-orang yang telah ku buat kecewa, kesal, marah, dendam padaku hingga saat ini. berapa banyak orang-orang yang ku sia-siakan. berapa banyak orang-orang yang kuabaikan disaat mereka sungguh-sungguh membutuhkanku. aku lupa diri, aku hanya mementingkan dunia ku, diri ku sendiri. aku sadar, semua itu singkat, kedatangannya tak akan bisa dihindari, diprediksi, bahkan terkadang secara tiba-tiba.

17 tahun sudah, mungkin itu bukan waktu yang sebentar. namun tidak semua dari waktu itu kugunkaan dengan baik. mungkin hanya 5% dari waktu ku yang hanya bisa kuhabiskan buat mereka, orang-orang yang kusayangi. sisanya kemana? aku hanya sibuk mencari trend-trend terkini, mencari informasi yang tidak penting. dan yang sebenarnya mereka yang terpenting adalah mereka yang dekat dengan aku. keluarga, teman, sahabat, guru.. aku tidak tahu kapan aku kehilangan mereka. hingga saat ini, aku hanya bisa mengucapkan terimakasih, terimakasih telah hadir dalam hidupku, terimakasih telah menjadi bagian yang melengkapi hidupku. maafkan aku, mungkin saat ini aku belum bisa membuat mereka bahagia. namun kebahagiaan yang aku dapat dari mereka adalah bisa berkumpul bersama, meluapkan canda tawa bersama,suka duka bersama. maafkan aku yang ceroboh, egois, pemarah, pembuat onar dari segala tindakan yang pernah aku lakukan. aku ingin menghargai hidup, namun aku juga tidak ingin mengabaikan kematian. aku takut, bila waktu itu datang, aku hanya bisa membuat kalian kecewa. aku berterimakasih kepada mereka yang telah menghargaiku, menganggap ku sebagai saudara, sebagai seorang teman, walau terkadang aku melupakan mereka. aku belum sungguh-sungguh membuat mereka senang, namun, aku yakin aku berusaha semasa hidupku untuk selalu ada buat mereka. terimakasih telah menerima aku dengan segala kekuranganku. sapa aku, bentak aku, bahkan bila perlu tegur dan marahin aku jika kalian melihat aku, tetapi aku mengabaikannya bahkan melupakannya. aku juga minta, jangan lupakan aku disaat aku tiada. waktu itu singkat, apa yang bisa kulakukan akan kulakukan sesuai dengan caraku. tetapi ketahuilah, berkumpul dan bermain bersama kalian adalah kebahagiaan tersendiri buat ku....

TERIMA KASIH
#LOVE WILL REMEMBER#